Manfaatkan Digital Marketing, Pedagang Kelapa sukses Pertahankan Usaha dimasa Pandemi

Manfaatkan Digital Marketing

Pandemi Covid-19 yang mulai muncul pada awal tahun 2020 di Indonesia ini meninggalkan dampak yang sangat besar terhadap sektor ekonomi dan bisnis, karena pandemi ini telah menghancurkan sisi terpenting ekonomi yaitu suply (penawaran) dan juga demand (permintaan). Berbagai sektor pun mengalami dampak termasuk Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM).

Banyak sekali unit usaha yang mengurangi jumlah produksinya akibat dari pembatasan interaksi sosial untuk memutus mata rantai penyebaran pandemi ini atau bahkan banyak unit usaha yang malah gulung tikar karena tidak dapat bertahan untuk menggaji karyawan atau hanya untuk sekedar menjalankan operasional unit usahanya. Akan tetapi semua itu tidak berlaku bagi salah satu wirausahawan muda yang bergelut dengan kelapa dimasa pandemi ini dapat sukses karena kegigihan dan semangat kerjanya.

Kemampuan adaptasi dari Beni Irawan ini patut di banggakan. Pasalnya ditengah wabah covid-19 ini usahanya tetap eksis dan bahkan berhasil membuka cabang kedua. Padahal menurut data Kementerian Tenaga Kerja, lebih dari 318 ribu pekerja informal termasuk UMKM yang terdampak pandemi COVID-19.

Akan tetapi, di tengah badai pandemi covid-19 ini ada usaha kecil yang tetap mampu bertahan tanpa mengalami penurunan omzet, bahkan omzet harian yang diperoleh cenderung meningkat. Ini adalah contoh dari suatu unit usaha kecil yang mampu beradaptasi menghadapi segala kondisi dengan memanfaatkan kemajuan teknologi digital.

Usaha yang dirintis Beni sejak April 2015 di daerah Sentul City, Bogor ini kian hari semakin pesat pertumbuhannya. Selain menjual beragam minuman berbahan baku kelapa, usaha yang diberi nama Nusantara Kelapa ini juga memasok kelapa untuk hotel dan restoran.

Namun, selama pandemi berlangsung, usaha sebagai distributor kelapa ini mengalami penurunan karena sepinya permintaan dari hotel dan restoran yang juga mendapat dampak dari pandemi covid-19 ini. Agar usahanya bisa terus berjalan, dengan modal nekat yang ia miliki pada bulan April 2020 Beni memberanikan diri membuka cabang baru Nusantara Kelapa di daerah Kranji, Bekasi Barat, Jawa Barat.

Baca juga: Digital Marketing Untuk UMKM, Mengapa Tidak ?

Keberhasilan Beni dalam membuka cabang baru dan bangkit dari keterpurukan akibat pandemi covid-19 tidak lepas dari kecerdikannya membaca peluang usaha dan memanfaatkan digital marketing untuk mempromosikan usahannya.

Beni menggunakan media sosial untuk aktif mempromosikan dagangannya ke berbagai kalangan masyarakat. Dalam usahanya, Pria 39 tahun ini, juga menerima pembayaran non tunai menggunakan dompet digital yang sedang digemari konsumen sebagai alat pembayaran yang aman selama pandemi.

Selama pandemi berlangsung konsumen merasa aman menggunakan pembayaran non tunai karena uang tunai merupakan salah satu benda yang dapat menularkan virus covid-19. Menurut Beni, dengan adanya pembayaran non tunai sangat membatunya dalam menjalankan usaha. Sebelumnya Beni sudah menggunakan pembayaran non tunai ini sejak akhir tahun 2019. Kini usahanya Nusantara Kelapa sangat diterima warga, khususnya warga Kranji, Bekasi Barat dan sekitarnya.

Pendapatan yang dihasilkan dari Nusantara Kelapa saat pandemi justru meningkat pesat. Padahal kelapa bukanlah salah satu produk pangan pokok yang setaip hari digunakan oleh masyarakat pada umumnya. Omzet Nusantara Kelapa sebelum pandemi berkisar Rp 800 ribu – Rp 1,2 juta per hari, dan pada saat pandemi seperti sekarang ini omzetnya meningkat pesat hingga 80% per harinya.

Omzet ini hanya dari satu cabang di Kranji, Bekasi Barat. Hal berbeda dan mencengangkan justru terjadi di cabangnya yang berlokasi di Sentul, Bogor. Sebelum terjadi pandemi Nusantara Kelapa Sentul dapat memiliki omzet berkisar antara Rp 1,3 juta – Rp 2,2 juta per hari, dan dimasa pandemi ini omzet dari usahanya mengalami peningkatan hampir 100% per hari.

Kunci dari kesusksesan Nusantara Kelapa adalah pemanfaat secara maksimal digital marketing baik dalam promosi maupun media pembayaran. Pelaku usaha terutama UMKM pada masa pandemi seperti sekarang ini memang dituntut agar lebih adaptif dan inovatif dalam menciptakan peluang-peluang untuk membuat usaha atau memperbesar jangkauan usahanya ditengah kondisi ketidak pastian pandemi ini.

Menurut Beni, dia sangat mensyukuri kenaikan omzet usaha yang dia hasilkan selama pandemi ini dan berpesan kepada seluruh pelaku usaha kecil menggunakan sosial media dengan semaksimal mungkin agar dapat bertahan selama pandemi seperti ini.

Sumber gambar: liputan6.com

Check Also

Bermodalkan Nekat, Yoyok Menjadi Penjual Panci Internasional

Tak ada yang menyangka kisah sukses Yoyok Rubiantono 14 tahun lalu diawali dengan aksi nekatnya …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *