Ads Left

Bermodalkan Nekat, Yoyok Menjadi Penjual Panci Internasional

Bermodalkan Nekat, Yoyok Menjadi Penjual Panci Internasional

Tak ada yang menyangka kisah sukses Yoyok Rubiantono 14 tahun lalu diawali dengan aksi nekatnya meminjam kartu kredit milik istrinya. Yoyok Rubiantono merupakan lulusan Teknik Elektro UGM, ia sempat bekerja di beberapa perusahaan ternama seperti Panasonic, General Electric, hingga Danone.

Ia tak takut untuk resign dan mencoba menjadi wirausahawan. Pria berusia 40 tahun ini, kini merupakan Chairman dari PT. Yoshugi Media Group, perusahaan yang ia dirikan sendiri.

Keputusan 14 tahun silam yang ia pilih terbilang nekat. Ketika ia kekurangan modal di masa awal berdirinya perusahaan, Yoyok nekat menggunakan kartu kredit milik istrinya secara diam-diam. Dengan modal yang ia dapatkan, Yoyok mulai berjualan secara online.

Awalnya ia memanfaatkan platform Facebook untuk mempromosikan usahanya. Dengan menggunakan Facebbok Yoyok bisa menjangkau orang di seluruh dunia. Efek dari penggunaan Facebook tersebut jauh lebih banyak profitnya dibandingkan dengan berjualan secara offline dengan toko fisik.

Sebelum ia memasarkan produknya di Facebook, ia melakukan riset terlebih dahulu. Ia melakukan riset padat mengenai target audiens dan kebutuhan konsumen. Selain itu, dengan melakukan riset pasar Yoyok dapat mengetahui banyak hal yang perlu ia ketahui. Mulai dari budget awal yang harus ia keluarkan, mengantisipasi persaingan dan mengenal kompetitor, hingga tau cara berkomunikasi yang efektif dengan calon pelaggannya.

Dari hasil riset yang ia lakukan, ia menarik kesimpulan bahwa setiap dapur pasti memerlukan panci, pemikiran sederhana inilah yang menghantarkan Yoyok untuk terus menggeluti usahanya sebagai penjual panci internasional.

Walaupun pada tahun 2006, Facebook belum sebesar sekarang, namun Facebook sudah menunjukkan potensinya sebagai calon media sosial terbesar di dunia. Yoyok yang sudah menyadari potensi ini memilih untuk membuat Facebook Ads dalam memasarkan produknya.

Baca juga: Digital Marketing Untuk Anda yang Ingin Menaikan Omset di Masa Pandemi

Menurut Yoyok, dengan memasang iklan di Facebook, produknya dapat dilihat oleh seluruh dunia, berbeda dengan iklan panci secara tradisional yang hanya memanfaatkan Tv, Radio, atau koran yang biayanya jauh lebih mahal, tetapi hasilnya tidak sebanding karena hanya dapat dilihat oleh orang Indonesia saja.

Meskipun biaya beriklan di Facebook Ads tidak lah mahal, Yoyok tidak gegabah untuk menaruh semua uanganya dalam beriklan. Ia memulai dengan budget kecil terlebih dahulu untuk melihat respon pasar. Ia awalnya mengeluarkan sekitar 100 ribu saja. Baru setelah mendapat respon yang baik, perlahan ia menaikan budget menjadi 200 ribu hingga 1 juta.

Respon pasar terhadap ilkan pancinya sangat luar biasa, sehingga profit yang ia dapatkan meningkat drastis. Dan pada akhirnya, Yoyok mempercayakan diri untuk mulai beriklan di Facebook Ads dengan budget yang sangat besar.

Salah satu rahasia kesuksesan bisninya ini adalah karena keunikan semua produk yang ia jual. Mulai dari kualitas produk yang memang baik, harga yang bersaing, pemberian diskon, hingga customer service yang memuaskan. Menurutnya, orang luar negeri selalu mengedepankan kualitas baik dalam produk dan pelayanan dibandingkan harga.

Tak puas dengan beriklan di Facebook, Ia memutar otaknya untuk mengembangkan bisnisnya agar semakin besar. Yoyok akhinya memutuskan untuk membuat website. Ia percaya bahwa kombinasi antara website dan facebook Ads dapat menjadi gerbang menuju profit yang lebih banyak. Ia memutuskan untuk membuat website toko online dan berjualan berbagai produknya di sana. Yoyok mulai mengeluarkan minimal 1 milyar untuk budget Facebook Adsnya itu, Bahkan saat event Black Friday, ia bisa mengelurkan hingga 1,8 milyar per harinya untuk iklan saja.

Kenekatan Yoyok terbayarkan, Website yang ia manfaatkan untuk menarik konsumen berhasil mengubah budget iklannya menjadi omzet 2,5 milyar per harinya. Ternyata, Yoyok yakin Facebook Ads dan website merupakan duet maut yang menguntungkan.

Setelah medapat kesuksesan besar ini, ia mulai mencoba-coba platform lain untuk beriklan dan menerapkan strategi digital marketing pada websitenya. Ia ingin menjangkau lebih banyak audiens dan meningkatkan profitnya lebih tinggi lagi.

Baca juga: Digital Marketing Untuk UMKM, Mengapa Tidak?

Inilah pembelajaran yang paling berharga yang dapat kita ambil dari seorang Yoyok Rubiantono. Yoyok sadar mengenai internet yang bisa menghubungkan orang-orang dari berbagai belahan dunia tanpa mengenal waktu dan jarak.

Dengan cara ini siapapun dapat mengetahui produk yang ia jual dan siapapun dapat membelinya. Oleh karena itu, jika sedang menjalankan suatu bisnis pastikan anda sudah memiliki website dan juga strategi digital marketing yang kuat, agar orang dapat menjangkau produk yang anda tawarkan.

Sumber gambar: kumparan.com

Check Also

Digital Marketing Untuk Anda yang Ingin Menaikan Omset di Masa Pandemi

Interaksi sosial secara langsung adalah sesuatu yang harus kita hindari di masa pandemi seperti ini. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ads Left