Ads Left

Rambut Susah Panjang? Ini Dia 11 Penyebabnya!

Penyebab Rambut Susah Panjang

Setiap wanita tentunya mengidamkan rambut yang panjang, berkilau, dan tebal. Namun sayangnya, fenomena yang paling banyak ditemui saat ini adalah para perempuan yang mengeluhkan rambut rusak, rapuh, pendek, dan tipis.

Faktanya, semua ini diakibatkan oleh gaya hidup sedentari Anda yang tidak banyak bergerak, pola makan yang tidak sehat, dan kondisi lingkungan yang buruk, lho. Pertumbuhan rambut yang buruk dan rambut rontok juga bisa disebabkan oleh faktor genetik, penuaan, dan stres.

Tapi, apapun alasannya, perempuan mana yang suka mengalami masalah kebotakan dan rambut menipis? Hal ini bukan cuma tidak menarik untuk dilihat, namun juga menunjukkan pertanda buruk soal kesehatan Anda.

Normalnya, rambut manusia akan tumbuh setengah inci setiap bulan. Namun, jika Anda tidak menjumpai adanya tanda-tanda pertumbuhan ini, mungkin ada alasan yang mendasari kejadian tersebut. Pada artikel ini, kita akan melihat lebih dekat beberapa penyebab utama rambut susah panjang.

1. Faktor genetik

Ketebalan, kekuatan, warna, dan panjang-pendeknya rambut seseorang ditentukan oleh gen. Pada beberapa orang, pertumbuhan rambut mereka lebih cepat dari pada orang-orang lainnya. Jadi, jika Anda diberkati dengan gen kuat tersebut, Anda akan memiliki rambut yang lebih panjang dan lebih cantik. Namun, jika Anda tergolong dalam orang-orang yang tidak memiliki gen tersebut, Anda cenderung berpotensi mewarisi sifat rambut yang berhenti tumbuh setelah beberapa waktu dan menipis.

2. Faktor usia

Usia merupakan faktor penting lainnya yang memengaruhi kondisi rambut Anda. Seiring berjalannya waktu, rambut Anda mulai kehilangan warna alaminya dan berubah menjadi abu-abu.

Akan tetapi, ada cara lain di mana penuaan memengaruhi rambut Anda selain hanya mengubahnya menjadi abu-abu. Apapun itu, secara garis besar penuaan berisiko memperlambat pertumbuhan rambut Anda dan menjadikan tiap helai berukuran lebih kecil, sehingga rambut menipis.

3. Stres dan tekanan mental

Beragam jenis stres, baik secara fisik atau psikologis, dapat berdampak negatif bagi kesehatan rambut Anda. Faktor ini dapat membuat rambut Anda lebih rentan terhadap munculnya uban prematur dan juga dapat mengurangi kekuatan setiap helai rambut.

Baca juga: Stop! Tanpa Sadar 7 Kebiasaan Buruk Ini Bisa Merusak Rambutmu

Stres fisik atau psikologis memicu telogen effluvium. Dalam kondisi ini, rambut Anda secara prematur bergerak ke fase telogen, yaitu saat 30% rambut Anda berhenti tumbuh. Fase ini biasanya tidak berlangsung selama lebih dari 6 bulan. Tindakan bedah medis, trauma fisik, penyakit, demam, dan penurunan berat badan secara tiba-tiba bisa menjadi penyebab terjadinya kondisi ini.

4. Perubahan hormon

Perubahan hormon yang tiba-tiba, terutama yang terjadi selama menopause atau masa kehamilan, juga dapat memicu telogen effluvium. Namun, masalah rambut pada fase ini biasanya akan hilang dengan sendirinya dalam kurun waktu 6 hingga 12 bulan. Bentuk lain dari fluktuasi hormonal yang terkait dengan rambut rontok dan penipisan rambut adalah PCOS (Sindrom Polikistik Ovarium).

5. Gangguan tiroid

Gangguan seputar tiroid, seperti hipertiroidisme atau hipotiroidisme, juga dapat menyebabkan kerontokan dan penipisan rambut. Hormon yang dilepaskan oleh kelenjar tiroid sejatinya mengatur fungsi penting tubuh Anda seperti metabolisme. Kelenjar tiroid, baik yang terlalu aktif ataupun kurang aktif, juga dapat menyebabkan rambut rontok dan menipis.

6. Kekurangan gizi

Salah satu penyebab mengapa rambut Anda susah panjang yakni diakibatkan oleh kekurangan nutrisi. Nutrisi seperti zat besi, protein, biotin, dan zinc berkontribusi penting terhadap kesehatan rambut. Namun, jika Anda kekurangan nutrisi penting ini, risiko pertumbuhan rambut terhambat dan penipisan rambut pun meningkat. Gejala lain dari kekurangan nutrisi ini adalah bibir pecah-pecah, sesak napas, tangan dan kaki dingin, serta kuku rapuh.

7. Produk perawatan dan penataan rambut

Penggunaan serum rambut dengan kandungan kimiawi yang tinggi, catok rambut, atau produk penataan rambut lainnya berpotensi memperparah kondisi rambut Anda.

Selain itu, sanggul ketat, kuncir kuda, dan gaya rambut rumit yang melibatkan teknik menyisir ke belakang bisa sangat merusak rambut Anda. Bahan kimia keras dan panas yang digunakan pada rambut Anda bisa menjadi alasan mengapa rambut Anda berhenti tumbuh dan menjadi tipis.

8. Rambut bercabang

Orang dengan rambut kering biasanya memiliki ujung rambut yang bercabang. Jika rambut Anda tidak menerima nutrisi yang cukup untuk menyeimbangkan tingkat kelembapan di dalam rambut, ujungnya akan mulai bercabang dan dapat mengakibatkan kerusakan.

Anda tidak dapat mengembalikan ujung rambut bercabang ke kondisi normal, dan satu-satunya cara untuk menghentikannya menyebabkan kerusakan rambut lebih lanjut adalah dengan memotongnya. Anda harus merawat rambut Anda dengan baik untuk menghindari ujung rambut bercabang dan patah.

9. Kulit kepala dan rambut kering

Kulit kepala kering dan rambut rapuh adalah tanda-tanda rambut tidak sehat. Kurangnya kelembapan atau ketidakseimbangan pada tingkat kelembapan kulit kepala membuat rambut Anda kering, menyebabkan kerusakan dan menghambat pertumbuhannya.

Kekeringan berkepanjangan pada kulit kepala Anda juga menyebabkan berkembangnya infeksi yang menyebabkan rambut rontok tidak merata. Oleh karena itu, Anda perlu melembabkan rambut dengan produk dan metode alami untuk meningkatkan pertumbuhan rambut yang sehat.

10. Perawatan rambut yang buruk

Cara perawatan rambut yang tidak tepat dapat berdampak negatif pada pertumbuhan rambut Anda. Penataan gaya yang berlebihan, keramas dan penggunaan kondisioner yang tidak memadai, penggunaan produk kimia, alat perawatan rambut yang tidak higienis, dan pemakaian aksesori yang merusak rambut menunjukkan rutinitas perawatan rambut di bawah standar yang perlu Anda hindari secepatnya jika Anda menginginkan rambut tebal, panjang, dan sehat.

11. Fase melahirkan dan menyusui

Ketidakseimbangan hormon yang muncul setelah melahirkan sering kali menyebabkan apa yang disebut “rambut rontok pascapartum”. Pola makan yang sehat, olahraga teratur, dan konsumsi asupan suplemen nutrisi tambahan diperlukan untuk meminimalkan kerontokan rambut pasca melahirkan.

Sumber gambar: Adam Winger (unsplash.com)

Check Also

9 Tips Work From Home agar Tetap Produktif di Tengah Pandemi

Selama pandemi COVID-19, perusahaan-perusahaan diwajibkan untuk menerapkan kebijakan work from home (kerja dari rumah) bagi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ads Left