8 Cara Mengatasi Stres Saat Mengasuh Anak di Masa Pandemi

Mengatasi Stres Saat Mengasuh Anak

Penerapan social distancing di masa pandemi adalah kiat terbaik yang bisa kita lakukan bersama untuk mengurangi risiko penyebaran virus. Tapi, social distancing dan isolasi mandiri juga bisa menimbulkan stres di saat yang bersamaan.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat menegaskan bahwa individu yang terkategori dalam golongan berikut diklaim lebih rentan terhadap tekanan mental di masa pandemi:

  • Lansia dan orang dengan penyakit kronis yang berpotensi lebih berisiko terserang COVID-19
  • Anak-anak dan remaja
  • Orang-orang dengan kontak fisik terhadap pasien COVID-19, seperti dokter dan penyedia layanan kesehatan lain
  • Orang dengan gangguan kesehatan mental

Meksipun Anda tidak termasuk dalam salah satu kategori di atas, terkurung di rumah sepanjang waktu bersama anak bukanlah sesuatu yang mudah.

Berikut adalah beberapa cara mengatasi stres saat mengasuh anak di masa pandemi untuk mengurangi tekanan mental yang Anda hadapi.

1. Buat panggilan video untuk menghubungi orang-orang terdekat Anda

Manfaatkan kecanggihan teknologi untuk bertemu secara daring dengan orang yang Anda cintai, misal dengan menggunakan aplikasi Skype, Zoom, FaceTime, dll. Apabila anak-anak Anda merindukan teman-teman mereka dari sekolah, atau sahabat terbaik mereka, komunikasikan dengan orang tua lainnya untuk mengatur jadwal pertemuan online.

Apabila Anda tidak terbiasa untuk berkomunikasi dengan cara ini, jadilah sahabat pena bagi orang lain. Kebanyakan orang suka menerima surat melalui pos dibanding membuka kotak masuk email mereka. Antisipasi dan ketertarikan yang tinggi ketika menanti surat balasan bisa membantu Anda menghabiskan waktu.

2. Atur jadwal “me time”

Mengalokasikan me-time untuk masing-masing anggota keluarga merupakan kiat penting yang bisa Anda coba untuk mengatasi stres saat mengasuh anak.

Luangkan waktu setiap hari bagi si kecil untuk melakukan sesuatu untuk diri mereka sendiri atau menenangkan diri di kamar mereka, dan di saat yang bersamaan, manjakan diri Anda dengan sesuatu yang akan membantu Anda untuk tetap rileks.

Lakukan yoga selama 30 menit, makan camilan favorit Anda tanpa harus berbagi dengan si kecil, atau tonton episode terbaru dari acara TV kesukaan Anda. Lakukan apapun itu yang akan membantu Anda melepas lelah.

3. Beri sedikit kelonggaran baik untuk Anda maupun sang buah hati

Ketika jadwal dan rutinitas sehari-hari Anda tidak berfungsi dengan baik di masa pandemi, adalah hal yang wajar untuk merasa lelah bahkan jika Anda tidak melakukan apapun. Anak-anak Anda pun mungkin jadi cepat rewel dan kesal di saat-saat seperti sekarang, dan Anda mungkin harus menghadapi lebih banyak tangisan daripada biasanya.

Ingat bahwa akan ada hari-hari tertentu di mana segala sesuatu terasa lebih sulit daripada hari-hari lainnya, dan Anda tidak perlu merasa tertekan untuk memikirkan apa yang seharusnya bisa Anda lakukan untuk menjadikan hari-hari tersebut menjadi lebih baik.

Sebaliknya, cobalah untuk fokus pada momen yang lebih positif sepanjang hari Anda. Bersyukur akan hal-hal baik yang terjadi pada Anda dapat membantu untuk mengalihkan kecemasan berlebih.

4. Pergilah ke luar jika memungkinkan

Jarak sosial tidak mengharuskan Anda tinggal di rumah 24 jam sehari. Jika cuaca bagus, keluarlah dan mainkan! Atau baca saja buku di beranda Anda saat anak-anak Anda bermain. Apa pun itu, seluruh keluarga Anda akan mendapat manfaat dengan keluar dari rumah dan membakar energi.

Menjalani social distancing tidak melulu berarti bahwa Anda harus tinggal di rumah selama 24 jam sehari. Jika cuaca sedang bagus, pergilah ke luar dan ajak anak-anak untuk turut serta! Atau Anda bisa membaca buku di beranda ketika anak-anak sedang asyik bermain.

5. Batasi waktu Anda untuk menonton berita atau mengakses media sosial

Trik yang satu ini mungkin sulit diikuti bagi sebagian orang karena menelusuri halaman utama media sosial sering kali dianggap sebagai cara bersantai yang murah meriah. Sayangnya, paparan terus-menerus terhadap pemberitaan negatif seputar COVID-19 dapat berdampak buruk bagi Anda.

Batasi berapa lama Anda akan menghabiskan waktu di media sosial dan berapa banyak berita yang akan Anda tonton setiap hari. Pertimbangkan melakukan hal yang sama untuk anak-anak Anda.

Paparan terhadap berita COVID-19 pada anak-anak dapat menyebabkan ketakutan, kekhawatiran, dan stres, yang dapat berdampak pada mudah tersinggung, munculnya kebiasaan makan dan tidur yang tidak sehat, kesedihan yang berlebihan, dan kesulitan berkonsentrasi.

6. Amati bagaimana Anda mengatasi stres saat mengasuh anak di masa pandemi

Ada baiknya bagi Anda untuk berhenti sejenak dan mengevaluasi bagaimana Anda menangani stres akibat COVID-19 dan social distancing. Mendapatkan masukan dari pasangan Anda tentang apakah Anda sering kehilangan ketenangan, meninggikan suara Anda lebih dari biasanya ketika mengobrol, atau secara umum tidak bertingkah seperti diri Anda sendiri belakangan ini juga membantu.

Penting sifatnya untuk saling terbuka dan jujur terhadap satu sama lain khususnya di masa-masa sulit seperti sekarang.

Jika Anda menemukan bahwa stres dan kekhawatiran dari situasi tersebut menyebabkan lebih banyak kemarahan pada anak Anda daripada biasanya, ingatkan diri Anda tentang hal-hal berikut:

  • Setiap orang di keluarga Anda sedang menghadapi beban mental mereka masing-masing sekarang. Tidak ada yang berperilaku seperti biasanya. Jika anak Anda bertingkah lebih dari biasanya, coba cari tahu apakah ada alasan yang mendasari hal tersebut.
  • Sadarilah bahwa kesepian, kebosanan, ketakutan, dan kecemasan yang Anda alami adalah reaksi normal terhadap situasi menegangkan seperti sekarang. Anda mungkin perlu waktu sendiri. Tinggalkan ruangan tempat anak Anda berada selama beberapa menit, tenangkan diri Anda, atau hubungi teman, keluarga, atau ahli kesehatan saat Anda membutuhkan sedikit bantuan tambahan.
  • Jangan ragu untuk mengkomunikasikan dengan anak Anda tentang perasaan Anda. Jika Anda bereaksi dengan cara yang tidak biasa, jelaskan kepada mereka bahwa Anda sedang bergumul dengan kesedihan, frustrasi, atau stres, dan bicarakan bagaimana situasi ini memengaruhi perasaan Anda berdua.

7. Jaga rutinitas Anda sebisa mungkin

Bisa dipastikan sulit untuk menjaga rutinitas normal Anda terutama di masa seperti sekarang ini, di mana anak-anak tidak bersekolah dan Anda atau pasangan harus bekerja dari rumah untuk sementara waktu.

Tetapi Anda tetap bisa melakukan rutinitas harian seperti biasanya, dengan menjaga waktu makan dan waktu tidur keluarga Anda supaya tetap konsisten. Trik ini akan memberikan anak Anda rasa aman dan itu juga bisa membantu Anda secara emosional.

8. Rencanakan aktivitas untuk menghabiskan waktu di rumah

Mengisi teka-teki silang, mengambil kelas online, atau bermain di dalam rumah adalah cara yang bagus untuk menghabiskan waktu selama social distancing.

Jika Anda biasanya berkumpul dengan keluarga lain untuk bermain permainan papan, kartu, atau menonton film, rencanakan untuk tetap melakukan aktivitas tersebut secara virtual. Awalnya mungkin terasa agak aneh, tetapi ini akan membantu menjaga hubungan dengan orang lain dan membantu supaya pikiran Anda tetap sibuk.

Masa pandemi bisa menjadi momen yang membuat stres baik bagi orang dewasa maupun anak-anak, tetapi dengan mengeliminasi sumber keresahan tersebut, dan menemukan cara mengatasi stres saat mengasuh anak di masa pandemi yang tepat, Anda pasti bisa melewatinya.

Check Also

9 Tips Work From Home agar Tetap Produktif di Tengah Pandemi

Selama pandemi COVID-19, perusahaan-perusahaan diwajibkan untuk menerapkan kebijakan work from home (kerja dari rumah) bagi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *