Mau Berinvestasi? Inilah Dia 4 Jenis Investasi Jangka Pendek

Jenis Investasi Jangka Pendek

Keuntungan atau laba memang dibutuhkan oleh semua orang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan keuntungan bisa diperoleh dengan banyak cara. Kini konsep keuntungan tidak hanya diperoleh dari kegiatan usaha secara real, namun bisa juga diperoleh dari konsep investasi atau penanaman modal. Konsep keuntungan investasi bisa bersifat jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.

Investasi adalah suatu kegiatan yang sangat berkaitan dengan perekonomian dan investasi dilakukan untuk mendapatkan keuntungan besar di waktu yang akan datang. Kegiatan investasi bisa dilakukan oleh perorangan ataupun kelompok dan keuntungan dari investasi sangatlah bervariasi, tergantung besar investasinya. Investasi ada beberapa jenis dan salah satunya adalah investasi jangka pendek.

Berikut, Jenis Investasi Jangka Pendek

1. Reksadana

Reksadana merupakan jenis investasi jangka pendek yang sangat cocok untuk para investor pemula. Ketika menjalankan reksadana para investor tidak perlu memikirkan cara mengelola uang, karena semua tugasnya akan dikerjakan oleh manajer investasi. Pelaku investasi tidak perlu berfikir cara dapat untung, karena semua tugas meraih untung akan di tanggung manajer investasi.

Dengan memiliki investasi reksadana, maka pelaku investasi tidak akan dipusingkan dengan berbagai grafik. Pelaku investasi hanya perlu percaya 100% kepada pihak yang berperan sebagai manajer investasi. Pada dasarnya ada 4 jenis reksadana yang populer di masyarakat seperti reksadana saham, pendapatan tetap, pasar uang dan dana campuran. Pembagian jenis reksadana tergantung dari tujuan dan risiko.

ntuk para pemula yang ingin mendapatkan keuntungan jangka pendek, maka bisa memilih reksadana pasar uang. Secara umum, jenis investasi reksadana pasar uang akan memiliki risiko yang konservatif atau moderat. Reksadana menjadi investasi jangka pendek yang sangat rekomended untuk dipilih, karena investasi ini sudah terbukti bisa menghasilkan keuntungan.

2. P2P Lending

Peer to peer Lending atau P2P Lending merupakan salah satu jenis investasi jangka pendek yang cukup aman untuk dipilih. Dengan menjalankan investasi P2P Lending, maka anda akan berperan sebagai pemberi pinjaman buat UMKM. Pelaku investasi ini akan memperoleh keuntungan dari suku bunga pinjamannya dan P2P Lending juga cocok untuk para pelaku investasi pemula.

Permintaan kredit UMKM di Indonesia sangatlah besar, sehingga tidak bisa terpenuhi dengan baik oleh pihak perbankan. P2P Lending menjadi salah satu cara alternatif untuk memberikan kredit UMKM dengan berbagai persyaratan yang lebih mudah, jika dibandingkan persyaratan untuk pinjaman perbankan. Dengan meningkatnya pelaku UMKM di Indonesia, maka P2P Lending memiliki peluang yang sangat besar.

Koinworks merupakan salah satu P2P Lending yang paling populer di Indonesia, karena sudah memiliki status legal secara hukum. Koinworks dapat memungkinkan para pelaku investasi memperoleh keuntungan mulai 18% per tahun. Secara umum P2P Lending bisa menghasilkan keuntungan yang besar dengan waktu yang singkat, sehingga sangat rekomended untuk dicoba.

Bagi Anda yang ingin mencoba berinvestasi di instrument ini, dapat mendaftarkan akun Anda dan memakai kode referral “a64623” untuk mendapatkan pendanaan pertama sebesar 350 ribu koin, yang bisa langsung di salurkan ke peminjam.

3. Deposito Berjangka

Deposito Berjangka merupakan salah satu jenis produk bank yang mirip dengan konsep tabungan. Uang yang sudah disimpan atau disetorkan dengan konsep deposito berjangka tidak boleh diambil dan pencairan uang hanya bisa dilakukan sesudah waktu jatuh temponya. Deposito berjangka biasanya memiliki rentang waktu yang berbeda, tergantung waktu yang dipilih pelaku investasi.

Pelaku investasi yang mencairkan uangnya sebelum waktu jatuh tempo, maka pelaku akan dikenakan penalti. Secara umum kelebihan dari deposito yaitu tingkat suku bunga yang dihasilkan lebih besar, jika dibandingkan dengan jenis tabungan biasa. Pengambilan deposito tidak boleh sembarangan orang, hanya boleh diambil oleh pihak terkait. Perkembangan deposito berjangka di Indonesia sangatlah pesat.

Deposito berjangka yang dijalankan bisa diperpanjang dengan otomatis dengan memakai sistem Automatic Roll Over atau ARO dan dengan ARO, pemilik bisa melakukan pencairan sesuai dengan keinginan. Dengan memakai konsep deposito berjangka, maka uang yang tersimpan bagaikan kerja sendiri. Dengan pilihan jangka waktu yang banyak dan bunga yang lumayan besar, maka investasi jenis ini sangatlah rekomended untuk dipilih.

4. Savings Bond Ritel

Savings Bond Ritel atau SBR yaitu salah satu intrumen yang bentuknya menyerupai surat utang yang diterbitkan secara resmi oleh pihak pemerintah atau negara. Dengan konsep SBR, maka pemilik modal akan berperan sebagai pemberi pinjaman. Konsep SBR menjadikan anda memberikan pinjaman kepada pihak pemerintah dan uang pinjamannya akan dikelola pemerintah.

Secara umum SBR memiliki resiko yang sangat kecil, jika dibandingkan dengan jenis investasi lainnya dan adanya jaminan dari negara membuat SBR sangat rekomended dipilih para pemula. Investasi SBR bisa dimulai dengan seratus ribu dan keuntungan yang bisa diperoleh sekitar 6,3% per tahunnya. Biasanya jangka waktu SBR adalah 2 tahun, namun anda bisa mencairkan uang lebih cepat dengan fasilitas Early Redemption.

Demikian ulasan lengkap mengenai jenis investasi jangka pendek dan semoga semua bahasannya bermanfaat untuk para pembaca.

Check Also

Ini Dia 5 Jenis Investasi Jangka Panjang yang Wajib Diketahui

Pada dasarnya semua orang pasti inginkan hari tua yang bahagia dengan limpahan harta yang tidak …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *